Pembelajaran selalu mengalami perkembangan baik dari tujuan, iisi materi maupun strategi pelaksanaannya. Hal yang paling mendasar adalah keanekargaman karakter pada diri siswa. Hal ini perlu disikapi guru untuk bisa menyesuiakan diri. Guru yang merupakan produk pendidikan di masa lalu, harus bisa menyesuiakan dengan kondisi siswa di masa sekarang untuk mempersiapkan kehidupan mereka di masa yang akan datang.
Terlebih ssiswa baru saja melalui masa pandemic yang identic dengan belajar dirumah, tentunya peran guru dalam membangun Kembali motivasi belajar sangat diperlukan. Guru sebaiknya bersikap menuntun siswa dalam belajar meraih masa depannya sesuai dengan kodrat masing-masing. Kodrat yang dimaksud adalah latar belakang akademis, kindisi sosial ekonomi orang tua, kindisi geografis dan lainnya. Guru perlu menyadar bahwa akhir pembelajaran dari siswa bisa berbeda-beda, namun semua itu perlu dituntun dan diarahkan dalam suatu kurikulum yang disusun dengan keberpihakan pada siswa.

Tujuan pembelajaran yang berpihak pada siswa memberikan keleluasaan siswa untuk memilih cara belajar bahkan mata pelajaran yang kan ditempuh. Dalam hal ini tentunya orang tua sangat berperan dalam mendampingi. Pembelajaran tidak hanya berfikus pada akademis semata namun juga pada sikap da dan budi pekerti. Keluarga yang memounyai porsi lebih banyk dalam membersamai siswa memegan menjadi factor utama penanaman budi pekerti. Pada akhirnya diperlukan suatu sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menumbuhkan dan menjaga budi pekerti siswa. Sekolah bisa Menyusun program dalam menumbuhkan budi pekerti seperti adanya 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun).
Senyum
Senyum adalah Gerakan wajah yang menunjukkan keceriaan saat bertemu orang lain..Sering kita dengar bahwa senyum merupakan ibadah, karena saat kita tersenyum berarti kita dalam keadaan Bahagia. Hal ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung kita sudah menyebarkan kebahagian dan aura positif kepada orang lain. Senyuman yang tulus menjadikan hubungan masing-masing individu menjadi lebih menyenangkan.
Salam
Salam, adalah suatu siakp yang menunjukkan rasa hormat kita atas kehadiran orang lain, sebagai bentuk rasa perhatian kita kepada orang tersebut. Salam yang kita lakukan dengan penuh ketulusan, maka akan mampu mencairkan suasana tegang dan kaku. Salam bisa dilakukan sesuai dengan adat yang berlaku atau aturan agama yang diyakiniya. Di samping itu, engucapkan salam dan menjawab salam adalah salah satu amalan sholeh yang telah diajarkan. Hal itu memberi gambaran, bahwa kita telah menyapa dan mengajak orang lain bercakap-c
Sapa
Sapa secara sederhana memiliki makna kata-kata untuk menegur, namun lebih pada menegur dalam suasana yang hangat dan nyaman. Menayapa seseorang menunjukkan perhatian, simpati, dan penghargaan yang nantinya menjadikan kepercayaan diri orang yang kita sapa tadi semakin meningkat.
Sopan
Sopan adalah rasa hormat, takzim, dan tertib menurut adab yang kita lakukan kepada orag lain. Sikap lebih mengarah pada hal-hal yang bersifat riil tau nyata oleh oindera seperti cara berpakaian, cara abicara, cara berjalan dan lain sebagainya. Hal itu akan menumbuhkan rasa saling menghormati satu sama lain.

Santun
Sopan lebih mengarah pada lemah lembut berbudi bahasa, penuh kehangatan. Selain itu, santun juga memiliki makna tentang bagaimana kita mampu mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingannya pribadi Tingkah laku yang halus dan lembut serta rasa kasih sayang, merupakan hal yang timbul karena terbiasa bertingkah santun kepada orang lain.
Melalui pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD), kita lebih memhami bagaimana memposisikan anak dalam pembelajaran. Guru tidak lagi bersikap menuntu namun lebih menuntu pada arah yang benar sesuai dengan kodrat anak. Guru perlu membuat strategi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa namun tetap menjaga agar tujuan kurikulum bisa tercapai secara umum bisa tercapai secara kodrat siswa masing-masing.
Setelah menerapkan pemikiran KHD, diperoleh bahwa siswa lebih menikmati pembelajaran. Mereka lebih nyaman karena merasa eksistensi mereka dihargai. Siswa juga merasa lebih percaya diri dalam memulai pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan di kelas sesuai pemikiran KHD adalah membiasakan guru untuk lebig mengakrabkan diri dengan anak sebelu pembelajara, Hal ini bisa dilakukan dengan diskusi ringan mengenai permasalahan sehari-hari atau isu terkini. Diharapkan melalui kegiatan ini guru lebih mengenal siswa baik latar belakang kognitif maupun nonkognitifnya. Tidak lupa guru meyelipkan materi budi pekerti atau religius secara umum untuk menebalkan budi pekerti siswa.