Menyambut Tahun Pelajaran 2024/2025, SMA Negeri 1 Wuryantoro berusaha mempersiapkan diri. Dari bidang kurikulum, dokumen kurikulum yang lama direview dan diperbaiki menyesuaikan kondisi pada tahun pelajaran yang baru.

Bertempat di aula SMA Negeri 1 Wuryantoro pada Selasa, 11 Juni 2024, dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) SMA Negeri 1 Wuryantoro direview bersama oleh Bapak/Ibu guru dengan menghadirkan pengawas SMA KCD Wilayah VI, Drs. Setyawan, M.Pd. Menurut Pak Wawan (sapaan Drs. Setyawan, M.Pd) ada beebrapa hal yang perlu diperbaiki baik dokumen 1 (dokumen sekolah), dokumen 2 (ATP) dan dokumen 3 (silabus).

Pada dokumen 1, sekolah perlu mereview visi misi sekolah serta memasukkan hasil pada raport pendidikan pada karakteristik satuan pendidikan. Selain itu, sesuai Permendikbud No. 12 Tahun 2024, ada beebrapa yang perlu disesuikan pada struktir kurikulum.

Langkah-langkah untuk mereview visi dan misi sekolah:

  1. Pahami Visi dan Misi:

Baca dengan cermat visi dan misi yang telah ditetapkan oleh sekolah. Pastikan Anda memahami makna dan tujuan di balik setiap pernyataan.

  1. Evaluasi Kepatuhan:

Tinjau kembali aktivitas dan program sekolah yang telah dilakukan. Apakah mereka sesuai dengan visi dan misi? Apakah ada yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan?

  1. Libatkan Stakeholder:

Diskusikan visi dan misi dengan guru, siswa, orang tua, dan staf sekolah. Apakah mereka merasa visi dan misi mencerminkan nilai-nilai dan tujuan sekolah?

  1. Analisis Data:

Gunakan data dan informasi yang ada (misalnya hasil ujian, partisipasi siswa, dll.) untuk mengevaluasi pencapaian visi dan misi.

  1. Perbaikan dan Penyesuaian:

Jika diperlukan, buat rencana perbaikan dan penyesuaian untuk memastikan visi dan misi tetap relevan dan tercapai.

Sementara itu pada ATP dan Modul Ajar yang disusun guru, perlu memperhatikan perbedaan individual siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah pembelajaran yang diindividualkan, melainkan lebih cenderung mengakomodir kekuatan dan kebutuhan belajar peserta didik dengan strategi pembelajaran yang independen. Pembelajaran berdiferensiasi adalah strategi proses belajar mengajar yang mengakomodir, melayani, dan mengakui keberagaman peserta didik dalam belajar sesuai dengan kesiapan, minat, dan preferensi belajarnya.

Diharapkan melaui kegiatan ini seluruh warga sekolah siap mengahdapi tahun pelajaran baru dengan persiapan baik. Sebagain wujud pelayanan terhadap siswa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *