11 Agustus 2026
SMA MANTAP

SMA Negeri 1 Wuryantoro terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Sebagai tindak lanjut program SMA Mantap yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sekolah menggelar kegiatan sosialisasi dan pendalaman program pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika sekolah dengan tujuan membangun pemahaman yang sama mengenai arah dan implementasi program tersebut.

Dalam kegiatan tersebut ditegaskan bahwa karakteristik dan tujuan pendidikan di SMA berbeda dengan SMK. SMA tetap berfokus pada penguatan kompetensi akademik, karakter, dan pengembangan potensi peserta didik. Namun demikian, sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang komprehensif kepada siswa yang memiliki potensi tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kepala SMA Negeri 1 Wuryantoro, Yuli Rusmiyanti, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya kehadiran sekolah dalam memberikan pendampingan kepada seluruh peserta didik sesuai kebutuhan dan rencana masa depannya. “Program SMA Mantap bukan untuk mengubah SMA menjadi SMK. Program ini merupakan bentuk pelayanan komprehensif bagi peserta didik yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan, sehingga mereka tetap memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah lulus sekolah,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam pelaksanaan program, SMA Negeri 1 Wuryantoro telah melakukan berbagai langkah persiapan. Sekolah membentuk panitia atau tim efektif yang bertugas mengoordinasikan seluruh tahapan kegiatan. Tim juga melakukan pendataan terhadap peserta didik kelas X, XI, dan XII yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta mengidentifikasi minat mereka untuk mengikuti program SMA Mantap.

Selain itu, peserta didik yang terdata telah dikumpulkan untuk diberikan pemahaman mengenai tujuan dan manfaat program. Sekolah juga mulai memetakan berbagai keterampilan yang akan ditawarkan dengan mempertimbangkan potensi sumber daya manusia, kearifan lokal, serta dukungan stakeholder yang ada di lingkungan sekitar sekolah.

Dalam tahap implementasi, SMA Negeri 1 Wuryantoro menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri untuk pengembangan keterampilan di bidang pertanian. Sekolah juga menjalin kemitraan dengan SMK Muhammadiyah Wuryantoro untuk pelatihan keterampilan menjahit. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Ketua Panitia Program SMA Mantap, Broto Apriliyanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan program dilakukan secara sistematis, dimulai dari pendataan peserta didik yang tidak berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, pengumpulan data minat, penyusunan rencana program, pengembangan kemitraan dengan SMK dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI), penyusunan kurikulum, pelaksanaan kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi.

Ke depan, sekolah akan melaksanakan launching program bersama para stakeholder serta menetapkan target capaian yang terukur. Dari sisi pembiayaan, program ini dirancang dengan prinsip tidak mengikat dan dapat didukung melalui berbagai sumber, seperti program Corporate Social Responsibility (CSR), kemitraan dengan UMKM, maupun partisipasi orang tua peserta didik.

Melalui Program SMA Mantap, SMA Negeri 1 Wuryantoro berharap dapat memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi peserta didik sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi kehidupan setelah lulus. Output yang diharapkan berupa hasil karya dan produk nyata dari peserta didik, sedangkan outcome jangka panjangnya adalah meningkatnya kemandirian, kompetensi, dan kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *