SMA Negeri 1 Wuryantoro melaksanakan kegiatan Supervisi Pembelajaran pada bulan September 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan profesionalisme guru. Kegiatan ini dilaksanakan secara sistematis melalui tiga tahapan, yaitu pra supervisi, pelaksanaan supervisi, dan pasca supervisi.
Pada tahap pra supervisi, supervisor dan guru melakukan diskusi awal mengenai perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Pada tahap ini juga dilakukan pemeriksaan berbagai dokumen pendukung pembelajaran, meliputi Modul Ajar, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), instrumen penilaian, dokumentasi pembelajaran, serta tautan rangkuman video pembelajaran yang telah disiapkan oleh guru. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh perangkat pembelajaran telah disusun dengan baik dan siap digunakan dalam proses pembelajaran.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan supervisi pembelajaran di kelas. Dalam kegiatan ini, supervisor melakukan observasi terhadap proses pembelajaran yang berlangsung, mulai dari kegiatan pembukaan, inti, hingga penutup. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan pembelajaran, keterlibatan peserta didik, penggunaan strategi pembelajaran, serta upaya guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.
Setelah observasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pasca supervisi. Pada tahap ini, supervisor dan guru melaksanakan refleksi bersama terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Berbagai praktik baik yang telah dilakukan guru diberikan penguatan, sedangkan kendala maupun tantangan yang muncul didiskusikan untuk menemukan solusi dan langkah perbaikan yang dapat diterapkan pada pembelajaran berikutnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Wuryantoro, Broto Apriliyanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa supervisi pembelajaran tidak dimaksudkan sebagai sarana untuk menilai atau mencari kekurangan guru. Menurutnya, supervisi merupakan media kolaboratif untuk memberikan penguatan sekaligus membantu guru menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi dalam proses pembelajaran sehingga guru semakin termotivasi untuk terus melakukan perbaikan.
Antusiasme guru terhadap pelaksanaan supervisi juga terlihat cukup tinggi. Salah satu guru, Retno Jauharini, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kompetensi guru. Menurutnya, supervisi menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sekaligus memotivasi diri untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Wuryantoro, Yuli Rusmiyanti, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya supervisi sebagai bagian dari budaya mutu sekolah. “Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah dalam melakukan supervisi. Harapannya, guru semakin cepat mendapatkan umpan balik atas kinerja yang telah dilakukan sehingga proses perbaikan pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui kegiatan supervisi pembelajaran yang dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan, SMA Negeri 1 Wuryantoro berupaya membangun budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan. Dengan adanya umpan balik yang cepat dan konstruktif, diharapkan guru semakin profesional dalam menjalankan tugasnya sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menggembirakan, dan berdampak positif bagi peserta didik.